Faktor-faktor Keberhasilan Resosialisasi Bekas Keluarga Jalanan di Perkampungan Sosial Pingit Yayasan Sosial Soegiyapranata (PSP YSS) Yogyakarta

Penulis skripsi: A Eko Widayantyo
Program Studi Psikologi Jurusan Psikologi Fakultas Psikologi
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2007

Intisari

Tujuan penelitian kualitatif ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor keberhasilan resosialisasi bekas keluarga jalanan di Perkampungan Sosial Pingit Yayasan Sosial Soegiyapranata (PSP YSS) Yogyakarta. Latar belakang permasalahan yang terjadi adalah 60,6 % bekas keluarga jalanan yang menetap di PSP YSS kembali lagi ke jalanan. Responden penelitian ini adalah warga PSP YSS yang sudah menetap di masyarakat atau sudah tinggal di PSP YSS minimal selama tiga bulan. Responden penelitian ini sebanyak tiga keluarga. Pengambilan data penelitian dilakukan dengan metode fenomenologi menggunakan wawancara primer, wawancara sekunder, dan observasi partisipan. Teknik verifikasi menggunakan intersubjective validity, serta menggunakan sumber data majemuk (observasi partisipan dan wawancara dengan orang dekat).

Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan resosialisasi dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah kemampuan individu untuk mengatasi masalah dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Sedangkan faktor eksternal berupa kepemilikan akan konsep tentang masyarakat, dukungan sosial, motivasi yang kuat dari luar, serta partisipasi aktif dalam masyarakat.

Kata kunci : resosialisasi, bekas keluarga jalanan


Daftar Referensi

YSS Selayang Pandang. (tanpa tahun). Geliat Ekspresi Tepi Kali Winongo, hal. 2
Walikota Palangkaraya. (2002). Peraturan daerah kota Palangkaraya nomor 26 tahun 2002. diakses pada tanggal 15 Juni 2007 dari http://www.palangkaraya.go.id/pemerintahan/perda/2002/perdano26.htm
Wagner. (2002). Komitmen hidup lajang. Jakarta: Gandum Mas
Suyanto.(2005, Februari). Merumuskan persoalan pendidikan anak jalanan. DJANGKAR, hal. 7-8
Suyanto, Bagong.(2003, 13 Maret). Masalah anak jalanan di kota Surabaya. Diakses pada tanggal 21 Februari 2005 dari www.kompas.com
Sumintarsih; Wibowo, H. J.; Herawati, Isni. (1991). Sistem kepemimpinan di dalam masyarakat pedesaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Kebudayaan Direktoraat Sejarah dan Tradisional Proyek Inventarisasi dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya
Suharyadi. (2007). (wawancara pribadi, 6 Agustus)
Strauss, Anselm & Corbin, Juliet. (2003). Dasar-dasar penelitian kualitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset
Spradley, James P. (1997). Metode ethnografi. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya
Soewondo.(1985). Studi kanca: YSS dan gelandangan: sebuah kerja pemanusiaan. Dalam Sasono, PU. Adi (ed.). Nasib gelandangan bertahan sedapatnya (hal 68-79). Jakarta: PT. Gunung Agung dan Lembaga Studi Pembangunan
Soemitro, B. (2004, Agustus-I). YSS, sahabat kaum pinggiran. PRABA, No. 15, hal.10-11
Soekanto, Soerjono. (1990). Sosiologi suatu pengantar ed 4. Jakarta: Rajawali Press
Sindhunata. (tanpa tahun). Bermimpi Bersama Anak-anak Tepi Kali Winongo. Dalam Geliat Ekspresi Tepi Kali Winongo (hal. 5-7)
Schaefer, Richard T. (2001). Sociology 7th ed. New York: The McGraw-Hill Company Inc
Santrock, John W. (2002). Life span development. Perkembangan masa hidup (edisi kelima). Jakarta: Erlangga
Santoso, Wahju Budi. (2004). Rapuhnya anak perempuan jalanan. Diakses pada tanggal 7 November 2004 dari http://www.rahima.or.id/SR/05-02/DP.htm
Salim, Peter dan Salim, Yenny. (1991). Kamus bahasa Indonesia kontemporer. Jakarta : Modern English Press
Pudji. (tanpa tahun). ”Danu”. Dalam Geliat Ekspresi Tepi Kali Winongo (hal. 20)
Prasetyo, Lukas Adi & Koestanto, Benny Dwi. (2005, 10 November). Botagen dari jalanan ke dapur rekaman. KOMPAS hal A
Potensi tinggi, anak-anak terlantar kembali ke jalan. (2002, 20 Agustus). Diakses pada tanggal 21 Februari 2005 dari www.kompas.com
Poerwandari, E. Kristi. (1998). Pendekatan kualitatif untuk penelitian perilaku manusia. Jakarta: Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi Universitas Indonesia
Petri, Herbert L. (1981). Motivation: theory and research. California: Wodsworth Publishing Company
Perlindungan Anak Masih Kurang. (2007, 20 Juli). MERAPI, hal 4
Pemulung TPA Piyungan Penghasilan Lebih Baik dari Buruh Tani. (2007, 3 Agustus). KOMPAS, hal A
Nursin. (2005). (wawancara pribadi, 13 Desember)
Ngatman. (2005). (wawancara pribadi, 23 Desember)
Nazir, M. (1988). Metode penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia
Narbuko, C & Achmadi, A. (1997). Metodologi penelitian. Jakarta: Bumi Aksara
Murniati, A. P. (1992). Perempuan Indonesia dan pola ketergantungan. Dalam Susanto, Budi; Sudiarjo, Praptadiharjo; Pratiwi, Rika (ed). Citra wanita dan kekuasaan (Jawa) hal (19-30). Yogyakarta: Kanisius dan Lembaga Studi Realino
Mulyana, Deddy. (2001). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Moustakas, Clark. (1994). Phenomenological research methods. California: Sage Publication Inc
Moleong, Lexy J. (2002). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Miles, Matthew dan Huberman, A. Michael. (1992). Analisis data kualitatif. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia
Mereka yang disebut. (2004). Diakses pada tanggal 5 November 2004 dari http://www.dikmas.depdiknas.go.id/05-program-anakjalanan.htm
Matsumoto, David. (2004). Pengantar psikologi lintas budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Mary Hardy, Gail. (1998). Ketubuhan perempuan dalam interaksi sosial: Suatu masalah perempuan dalam heterogenitas kelompoknya. Dalam Arimbi; Indriaswati; Saptaningrum, Dyah; Sulistyani, Sri (Ed.). Perempuan dan politik tubuh fantastis (hal 119-138). Yogyakarta: Kanisius dan Lembaga Studi Realino
Marshal, Gordon ed. (1994). The consife Oxford dictionary of sociology. NY: Oxford University
Magnis-Suseno, Franz. (1984). Etika Jawa. Jakarta: Gramedia
Magnis-Suseno, Franz. (1978). Etika sebagai kebijaksanaan hidup. Dalam Magnis-Suseno, Franz; Reksosusilo, S (Ed). (1983). Etika Jawa dalam tantangan: sebuah bunga rampai (hal 83-114). Yogyakarta: Kanisius
Magnis-Suseno, Franz. (1977). Hormat dan hak-etika Jawa dalam tantangan. Dalam Magnis-Suseno, Franz; Reksosusilo, S (Ed). (1983). Etika Jawa dalam tantangan: sebuah bunga rampai (hal 38-82). Yogyakarta: Kanisius
Londsdale, Lia. (2005). Resocialization of. Diakses pada tanggal 21 Februari 2005 dari http://research2.csci.ubr.ca/soc100/conceptmap/term/resocialization.php
Koeswara, E. (1986). Motivasi. Bandung: Penerbit Angkasa
Kisah Anak-anak Stasiun. (2007, 3 Agustus). KOMPAS, hal 29
Kami dilahirkan untuk tidak menikah . (2004, 29 November). KOMPAS, hal A
Indrawati, Endang Sri. (2004). Perilaku hidup masyarakat gelandangan dan pengemis kota. Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro, Vol. I, Nomor I, September, hal 88-95
Hasan, Hasniah. (2005). Perceraian dalam kehidupan muslim Surabaya Jawa Timur (Studi tentang makna perceraian dalam perspektif fenomenologi) Post graduate Airlangga University. Diakses pada tanggal 5 September 2006 dari http://digilib.unair.ac.id/go.php?id=jiptunair-gdl-s3-2005-hasanhasni-1860
Handoko, Martin. (1992). Motivasi daya penggerak tingkah laku. Yogyakarta: Kanisius
Guinnes, Patrick. (1985). Gelandangan kota Yogyakarta. Dalam Sasono, PU. Adi (ed.). Nasib gelandangan bertahan sedapatnya (hal 16-32). Jakarta: PT. Gunung Agung dan Lembaga Studi Pembangunan
Geertz, Hildred. (1983). Keluarga jawa. Jakarta: Grafiti Pers
Fajar, dkk. (tanpa tahun). Kelas Gambar. Dalam Geliat Ekspresi Tepi Kali Winongo (hal. 7-8)
Ertanto, Kirik. (2000). Anak jalanan & subkultur: Sebuah pemikiran awal. Diakses pada tanggal 5 November 2004 dari http://www.kunci.or.id/teks/kirik.htm
Ena, Ouda Teda. (tanpa tahun). Piccaso dan De Kooning dari Tepian Winongo. Dalam Geliat Ekspresi Tepi Kali Winongo (hal. 3-5)
Dewanto, Aria. (tanpa tahun). Dalam Geliat Ekspresi Tepi Kali Winongo (hal. 21-22)
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah. (1982). Sistem gotong-royong dalam masyarakat pedesaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Departeman Pelayanana dan Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial Direktorat Jenderal Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Departemen Sosial RI. (2005). Standar pelayanan minimal pelayanan dan rehabilitasi social gelandangan dan pengemis. Jakarta: Departemen Sosial RI
Demonstrasi Ratusan Anak Jalanan Tuntut Walikota. (2007, 2 Februari). KOMPAS, hal J
Dayakisni, Tri dan Yuniardi, Salis. (2004). Psikologi lintas budaya. Malang: UMM Press
Danim, Sudarwan. (2002). Menjadi peneliti kualitatif. Bandung: CV. Pustaka Setia
Daftar warga PSP. (tanpa tahun). Tidak diterbitkan
Creswell, John W. (1998) Qualitative inquiry & research design choosing among five traditions. California: SAGE Publications, Inc.
Berry, John W; Portinga, YPE H; Segall, Marshall H; Dasen, Pierre R. (2002). Cross culture psychology research and application (2nd ed). UK: Cambridge University Press
Baron, Robert & Byrne, Donn. (2005). Psikologi sosial ed kesepuluh jilid 2. Jakarta: Erlangga
Anak Jalanan Antara Ditipu dan Menipu. (2007, 23 Juli). KOMPAS, hal. 27
Ade. (2000, Juli). Yang Terbuang dan Bangkit. FAMILIA, hal. 17-20
Abarca, Joanna. (2005). The resocialife program. Diakses pada tanggal 21 Februari 2005 dari www.resosialife.com

Hubungan antara Kesepian dengan Kecenderungan Kenakalan pada Remaja

Penulis skripsi: Koleta Yovi Kusterisa
Program Studi Psikologi Jurusan Psikologi Fakultas Psikologi
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2015

Intisari

Tujuan penelitian kuantitatif korelasional ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan kecenderungan kenakalan remaja. Hipotesis yang diajukan pada penelitian adalah ada hubungan antara kesepian dengan kecenderungan kenakalan pada remaja. Kesepian merupakan variabel bebas, dan kecenderungan kenakalan remaja merupakan variabel tergantung. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Subjek penelitian adalah 193 remaja sekolah swasta di Kota Yogyakarta yang berusia 15 sampai 18 tahun. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian skala kecenderungan kenakalan remaja (α=0,93) dan skala kesepian (α=0,83). Skala kecenderungan kenakalan remaja berjumlah 31 item yang terdiri dari item favorable. Sedangkan, skala kesepian berjumlah 29 item yang terdiri dari item favorable dan unfavorable. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan korelasi Spearman Rho. Adapun dari hasil analisis data ditemukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kesepian dengan kecenderungan kenakalan pada remaja (r=0,174, p=0,15). Dengan demikian, hipotesis dalam penelitian ini ditolak. Peneliti berkesimpulan bahwa terdapat faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil dari penelitian ini.

Kata kunci : kesepian, kecenderungan kenakalan remaja


Daftar Referensi

Wisnuwardhani, D. & Mashoedi, S. F. (2012). Hubungan Interpersonal. Jakarta: Salemba Humanika.
Wardayati, K. T. (2012). Faktor Pemicu Kesepian. Diakses 19 Mei 2014, dari http://intisari-online.com.
Vandenbos, G. R. (2007). APA: Dictionary of Psychology. Washington: American Psychological Association.
Thornburg, H. D. (1982). Development in Adolescence (ed. ke-2). California: Wadsworth, Inc.
Taylor, S. E., Peplau, L. A., & Sears, D. O. (2009). Psikologi Sosial (ed. ke-12). Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Syasya. (2011). Astaga! Pelaku Bunuh Diri di Korea Kebanyakan Masih Usia Muda. Diakses 1 Juli 2014, dari http://lifestyle.kompasiana.com.
Suryabrata, S. (2008). Metode Penelitian. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Supratiknya, A. (2014). Pengukuran Psikologis. Yogyakarta: Penerbit Universitas Sanata Dharma.
Supratiknya, A. (2007). Kiat Merujuk Sumber Acuan dalam Penulisan Karya Ilmiah. Yogyakarta: Penerbit Universitas Sanata Dharma.
Sujarweni, V. W. & Endrayanto, P. (2012). Statistika Untuk Penelitian. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: CV. Alfabeta
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Penerbit Alfabeta.
Soekanto, S. (2006). Sosiologi: Suatu Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Siregar, S. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif: Dilengkapi Perbandingan Perhitungan Manual & SPSS. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.
Shaughnessy, J. J., Zechmeister, E. B., & Zechmeister, J. S. (2003). Research Methods in Psychology. (ed. 6th). New York: The McGraw-Hill Companies, Inc.
Sarwono, S. W. (2011). Psikologi Remaja (ed. rev.). Jakarta: Rajawali Pers.
Sarwono, S. W. (2008). Psikologi Remaja (ed. rev.). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Santrock, J. W. (2011). Life-Span Development (ed. ke-13, jilid I). Jakarta: Penerbit Erlangga.
Santrock, J. W. (2007). Remaja (ed. ke-11, jilid I). Jakarta : Penerbit Erlangga.
Santrock, J. W. (2002). Life-Span Development (ed. ke-5, jilid II). Jakarta: Penerbit Erlangga.
Santoso, A. (2010). Statistik Untuk Psikologi: Dari Blog Menjadi Buku. Yogyakarta: Penerbit Universitas Sanata Dharma.
Sangadji, E. M. & Sopiah. (2010). Metodologi Penelitian: Pendekatan Praktis dalam Penelitian. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Rudhy. (2012). Kasus Kriminalitas Usia Remaja Kian Meningkat. Diakses 7 Juni 2015, dari http://www.tribunnews.com.
Rice, F. P. (1996). The Adolescent : Development, Relationships, and Culture. Boston: Allyn and Bacon.
Priyatno, D. (2010). Teknik Mudah dan Cepat Melakukan Analisis Data Penelitian dengan SPSS. Yogyakarta: Gava Media.
Priliawito, E. (2009). Dijauhi Teman, Pemuda Nekad Gantung Diri. Diakses 4 Juni 2015, dari http://metro.news.viva.co.id.
Ponzetti, J. J., Jr. (1990). Loneliness among College Students. Journal Family Relation. 39 (3), 336-340.
Peplau, L. A., & Perlman, D. (1982). Perspectives on loneliness. Dalam L. A. Peplau & D. Perlman (Eds.), Loneliness : A Sourcebook of Current Theory, Research, and Therapy. (h. 1-18). New York: John Wiley.
Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman, R. D. (2008). Human Development: Psikologi Perkembangan (ed. ke-10, bag. II). Jakarta: Penerbit Salemba Humanika.
Page, R. M. (1990). High School Size as a Factor in Adolescent Loneliness. The High School Journal. 73 (3), 150-153.
Myers, D. G. (2010). Psikologi Sosial (ed. 10, bag. II). New York: McGraw-Hill.
Matsumoto, D. & Juang, L. (2008). Culture and Psychology (ed. 4th). Belmont: Wadsworth Cengage Learning.
Lonner, W. J. & Malpass, R. S. (1994). Psychology and Culture. United States of America: Allyn and Bacon.
Lippold, M. A., Greenberg, M. T., Graham, J. W., & Feinberg, M. E. (2013). Unpacking the Effect of Parental Monitoring on Early Adolescent Problem Behavior: Mediation by Parental Knowledge and Moderation by Parent-Youth Warmth. Journal of Family Issues. XX (X), 1-24.
Kusmiyati. (2013). Berbagai Perilaku Kenakalan Remaja yang Mengkhawatirkan. Diakses 7 Juni 2015, dari http://health.liputan6.com.
Kartono, K. (2006). Patologi Sosial II: Kenakalan Remaja. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Ikhtiyarini, P. (2012). Menelisik Kronik Tawuran. Pewara Dinamika UNY: Leading in Character Edu. 13 (56), 7-10.
Gunarsa, S. D. (2004). Dari Anak Sampai Usia Lanjut: Bunga Rampai Psikologi Perkembangan. Jakarta: Gunung Mulia.
Gunarsa, S. D. & Gunarsa, S. D. (2009). Psikologi Remaja. Jakarta: Gunung Mulia.
Donnellan, M. B., Trzesniewski, K. H., Robins, R. W., Moffitt, T. E., & Caspi, A. (2005). Low Self-Esteem is Related to Aggression, Antisocial Behavior, and Delinquency. Psychological Science. 16 (4), 328-335.
Check, J. V. P., Perlman, D., & Malamuth, N. M. (1985). Loneliness and Aggressive Behaviour. Journal of Social and Personal Relationship. 2, 243-250.
Berk, L. E. (2012). Development Through The Lifespan, Dari Prenatal Sampai Masa Remaja (ed. ke-5, vol. I). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Benner, A. D. (2011). Latino Adolescents’ Loneliness, Accademic Performance, and The Buffering Nature of Friendships. Journal Youth Adolescence. 40, 556-567.
Baumeister, R. F. & Leary, M. R. (1995). The Need to Belong: Desire for Interpersonal Attachments as a Fundamental Human Motivation. Psychological Bulletin. 117 (3), 497-529.
Baron, R. A., & Byrne, D. (1987). Social Psychology: Understanding Human Interaction (ed. 5th). Boston: Allyn & Bacon, Inc.
Baron, R. A. & Byrne, P. (2005). Psikologi Sosial (ed. ke-10, jilid II). Jakarta: Penerbit Erlangga.
Azwar, S. (2007). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Azwar, S. (2003). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Azwar, S. (1999). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Azwar, S. (1998). Metode Penelitian (ed. ke-1). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Asyhad, M. H. (2014). Bully yang Berujung Mati. Majalah Intisari. 617, 158-169.
Andriani, S. (2013). Kesepian dan Tidak Bahagia, Artis Terjerumus Narkoba. Diakses 4 Juni 2015, dari http://gayahidup.inilah.com.
______. (2013). Loneliness in The UK. Diakses 29 Mei 2014, dari http://www.eauk.org/culture/statistics/how-lonely-are-we.cfm.
______. (2012). Polda Metro: Kenakalan Remaja Meningkat Pesat, Perkosaan Menurun. Diakses 7 Juni 2015, dari http://www.beritasatu.com.
______. (2012). Daftar Pembunuhan Massal di Sekolah AS dalam 20 Tahun. Diakses 27 Agustus 2014, dari http://news.liputan6.com.

Penelitian Psikologi - Headline Animator