Hubungan Persepsi Citra Merek Rokok “GUDANG GARAM FILTER” dengan Loyalitas Konsumen

Skripsi disusun oleh: Widya Wiryawan
Program Studi Psikologi Jurusan Psikologi Fakultas Psikologi
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2008

Intisari

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi citra merek dengan loyalitas konsumen. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara persepsi citra merek dengan loyalitas konsumen. Penelitian ini dilakukan di Kota Yogyakarta. Subyek penelitian adalah konsumen Rokok “Gudang Garam Filter”. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive random sampling dan diambil sebanyak 75 orang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik korelasional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari dua skala, yaitu skala Persepsi Citra Merek dan skala Loyalitas Konsumen. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 15 September hingga 30 Oktober 2007 yang sebelumnya dilakukan tryout instrumen.

Hasil uji validitas item pada skala Loyalitas Konsumen, diperoleh 16 item sahih dengan koefisien reliabilitas 0,857. Pada skala Persepsi Citra Merek, diperoleh 29 item sahih dengan koefisien reliabilitas 0,809. Untuk mengetahui hubungan antara persepsi citra merek dengan loyalitas konsumen digunakan analisis data korelasi product moment dari Pearson pada signifikansi 5%. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa koefisien korelasi sebesar 0,771. Hal tersebut menunjukan bahwa ada hubungan signifikan dan positif antara persepsi citra merek dengan loyalitas konsumen, berarti hipotesis penelitian dapat diterima. Dapat disimpulkan jika persepsi citra merek positif, maka konsumen semakin loyal, demikian pula sebaliknya.


Daftar Referensi

Zeithaml, V.A. and Berry, L.L. dan Parasuraman 1997, The Behavioral Consequances of Service Quality, Journal of Marketing, 60, 31-36
www.spamenang.com, diakses tanggal 5 November 2007
www.republika.co.id, diakses tanggal 23 Maret 2007
www.gunadarma.co.id/ariviani/2004/jbptgunadarma-gdl-s2 diakses tanggal 23 Maret 2007
Wells, D. & Prensky, 1996, Consumer Behavior, New York: John willey and Sons Inc.
Walgito, Bimo, 1994, Pengantar Psikologi Umum, Yogyakarta: Andi Offset
Utami Ismarrahmini dan Hartanta Brontoharsojo, 2005, Psikologi Ekonomi Dan Konsumen: Pengaruh Kepribadian dan Citra Merek, Terhadap Loyalitas Merek, Bag. Psikologi Industri dan Organisasi, Jakarta: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia
Swa, 2005, Ayo, Terus Membangun Merek, Swa Sembada, Edisi Agustus Tjiptono, Fandy, 2002, Manajemen Jasa, Yogyakarta: Andi Offset
Sutisna, 2001, Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran, Edisi Pertama, Bandung : PT Remaja Rosdakarya
Supranto. J., 2005, Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan, Jakarta: Rineka Cipta
Sugiyono, 2004, Metodologi Penelitian Bisnis, Bandung: Alfabeta
Solomon, M.R., 2002, Consumer Behavior, Buying, Having and Being, 5th Edition, New Jersey: Prentice Hall
Simamora, Bilson, 2003, Membongkar Kotak Hitam Konsumen, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Sigit, Soehardi, 2001, Pengantar Metodologi Penelitian Sosial-Bisnis Manajemen, Lukman Offset, Yogyakarta
Siat, J, 1997, Mass Marketing and Consumer Centered : Sebuah Dikotomi Untuk Mencapai Customer Loyalty?, Usahawan, No.3 Tahun XXVI, Edisi Maret 1997
Schiffman, L.G & L.L. Kanuk, 1997, Consumer Behavior,5th Ed. New Jersey: Prentice-Hall
Rita L. Atkinson, 1998, Pengantar Psikologi, Edisi II Jilid 1, Alih Bahasa Widjaja Kusuma, Jakarta:Interaksara
Rahmat, 2001, Psikologi Komunikasi, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Peter, J.P., dan Olson, J.C., 1999, Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran, Edisi Keempat, Jakarta: Gelora Aksara Pratama
Peter, J.P., dan Olson, J.C., 1997, Consumer Behavior: Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran, Ed. 4, Buku 1, Jakarta: Erlangga.
Mowen, C.J. dan Michael M., 2001, Perilaku Konsumen, Jakarta : Erlangga
Loudon, D.L., & A.J Della Bitta, 1993, Consumer Behavior, 4th ed. New York: Mcgraw Hill
Laaksonen, M, 1993, Retail Patronage Dynamics, Learning About daily Shopping Behavior in Context of changing Retail Structures, Journal Of Business Research, Vol 28.
Kotler, Philipp, 1993, Manajemen Pemasaran : Analisis, Perencanaan, Implementasi dan Pengendalian, Edisi Ketujuh, Volume dua, Diterjemahkan oleh Adi Zakaria Afif, Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
Kotler, Philip dan AB Susanto, 2000, Manajemen Pemasaran di Indonesia, Analisis Perencanaan, Implementasi dan Pengendalian, Jakarta: Salemba Empat
Kertajaya. H, 2006, Marketing Plus, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan
HKI, 2001, Hak Atas Kekayaan Intelektual, Modul, Tidak Diterbitkan, Bandung: Institut Teknologi Bandung
Hanna, N & Wozniak,R, 2001, Consumer Behavior : An Applied Approach, New Jersey: Prentice Hall
Ghozali, Imam, 2005, Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program SPSS, Edisi 3, Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro
Engel,J.F., Blackwell,R.d and Miniard, P.W.,1982,1990, Consumer Behavior, Chicago: The Dryden Press
Engel, James F., Roger D. Blackwell dan Paul W. Miniard, 1995, Perilaku Konsumen, Edisi Keenam, Jilid 2, Alih bahasa Budijanto, Jakarta: Binarupa Aksara
Dharmesta, Basu Swasta, 1993, Asas-asas Marketing, Edisi Ketiga, Yogyakarta: Liberty
Dharmesta, Basu Swasta dan T. Hani Handoko,1997, Manajemen Pemasaran : Analisis Perilaku Konsumen, Edisi Pertama, Cetakan Ketiga, Yogyakarta: BPFE
Azwar, Saefudin, 2005, Reliabilitas dan Validitas Instrumen, Jakarta:Pustaka Pelajar
Astuti, Nur Indah, 2000, Hubungan Antara Citra Merek dengan Minat Membeli Ulang pada Produk Motor “Honda”, Skripsi, Tidak Dipublikasikan, Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada
Assael, 1992, Customer Behavior and Marketing Action, 4th edition, Boston: PWS-Kent Publishing Company
Aaker,DA,1991, Managing Brand Equity, Capitalizing on the value of a brand name, New York: The Free Press
Read more

Hubungan antara Ketrampilan Komunikasi Interpersonal Perawat dengan Pasien dan Stres Kerja Perawat

Skripsi disusun oleh: Lisna Indrawati
Program Studi Psikologi Jurusan Psikologi Fakultas Psikologi
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2007

Intisari

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji signifikansi hubungan yang negatif antara ketrampilan komunikasi interpersonal perawat dengan pasien dan stres kerja perawat di rumah sakit umum. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan negatif yang signifikan antara ketrampilan komunikasi interpersonal perawat dengan pasien dan stres kerja perawat.

Subjek penelitian terdiri dari perawat di RSUD Saras Husada Purworejo dan perawat RSU Palang Biru Kutoarjo. Jumlah subjek penelitian ini sebanyak 60 perawat. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran skala ketrampilan komunikasi interpersonal perawat dengan pasien dan skala stres kerja perawat. Koefisien reliabilitas dari skala stres kerja perawat sebesar 0,930 dan koefisien reliabilitas skala ketrampilan komunikasi interpersonal perawat dengan pasien sebesar 0,956.

Untuk mengetahui hubungan antara ketrampilan komunikasi interpersonal perawat dengan pasien dan stres kerja perawat digunakan teknik koefisien korelasi product momen Pearson. Koefisien korelasi (r) yang diperoleh dari penelitian adalah sebesar -0.416 dengan taraf signifikansi (p) 0,000. Hal tersebut berarti ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara ketrampilan komunikasi interpersonal perawat dan stres kerja perawat. Maka dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi ketrampilan komunikasi interpersonal perawat, semakin rendah stres kerja perawat.


Daftar Referensi

Yuzalita,H. (2006). Identifikasi Variabel – Variabel yang Berpengaruh Terhadap Stres Kerja pada Manager Tingkat Menengah dengan Pola Perilaku Tipe A dan B. Hhtp:///digilib.it.itb.ac.id
Taylor. 1995. Health Psychology. Singapore: Mc Graw Hill Companies, Inc.
Sutherland, V.J. & C.L. Cooper.1990. Sources of Workstress. Dalam Hurrel., Joseph J., Laurece R., Murphy., Steven L. Sauter., Cary L. Cooper., editors, Occupational Stress. New York: Taylor & Francis.
Supratiknya, A. 1995. Komunikasi Antar Pribadi. Yogyakarta: Kanisius.
Statt,D.A.1994. Psychology and The World of Work. New Jersey: New York University Press.
Smither,D.R. 1994. The Psychology of Work on Human Performanc. New York: Haper Collins College Publishers, Inc.
Smett.1994. Psikologi Kesehatan. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.
Sarafino,E.P. 1990. Health Psychology: Biosychosocial Interactions. Singapore: John Wiley and Sons, Inc.
Robbins,S.P.2005. Organizational Behavior. Singapore: Mc Graw Hill. Co
Rini,J.F.2002. Stres Kerja. Http///www.e-psikologi.com
Riggio,R.E.2001. Introduction To Industrial or Organizational Psychology. New Jersey: Scott Foresman Co.
Priharjo, R. 1995. Praktik Keperawatan Profesional: Konsep Dasar dan Hukum. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Munandar,A.S. 2001. Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta: UI Press.
Muhammad, Arni.2000. Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumi Aksara.
Messer,D.,and Meldrum,C.1999. Psichology for Nurse and Health Care Professionas. London: Prentice Hall/ Harvester Wheatsheaf.
Luthans,F.(2005). Organizational Behavior. Singapore: McGraw Hill Company.
Lunandi,A.G. 1994. Komunikasi Mengena: Meningkatkan Efektivitas Komunikasi Antar Pribadi. Yogyakarta. Kanisius.
Liliweri, M.S.1994. Komunikasi Verbal dan Nonverbal. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.
Landy, F.J. and Conte,J.M. 2004. Work In The 21st Century: An Introduction To Industrial and Organizational Psychology. New York: McGraw Hill Company.
Krismi Diah,A.2002. Hubungan Antara Efikasi Diri dan Kecemasan Menghadapi Tugas Keperawatan pada Mahasiswa Akademi Perawat Tahun III di Akademi Perawat Betesdha Yogyakarta. Skripsi (tidak diterbitkan). Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma.
Kariyoso. 1994. Pengantar Komunikasi Bagi Siswa Perawat. Jakarta: EGC.
Inayati, A.1996. Perbedaan Tingkat Stres Kerja pada Perawat yang Berketabahan antara Tipe Perilaku A dan B. Skripsi (tidak diterbitkan).Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada.
http:///www.vtaide.com
http:///www.libunair@indo.ned.id
http:///buletin.melsa.ned.id
Hasanah,Z.2000. Intensi Prososial dan Tingkat Stres Kerja Perawat di Rumah Sakit Umum PKU Muhamadiah Yogyakarta. Skripsi (tidak diterbitkan). Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada.
Harnanti,R.R.S.1995. Kebutuhan – Kebutuhan Psikologis (Needs) Perawat dan Pelayanan Perawatan di Rumah Sakit. Skripsi (tidak diterbitkan). Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada.
Hardjana. A.M.1994. Stres Tanpa Distres: Seni Mengolah Stres. Jogjakarta: Kanisius.
Hardjana. A.M. 2003. Komunikasi Intrapersonal dan Interpersonal. Jogjakarta: Kanisius.
Hadi,S.1991. Metodologi Penelitian I. Yogyakarta: Yayasan Penerbit
Gunarsa, D. Singgih.1995.Psikologi Perawatan. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Ellis,B.R., Gates.J.R., & Kenworthy Neil. 1999. Komunikasi Interpersonal dalam Perawatan. Jakarta: EGC.
Dewi,R.S. 2003. Perbedaan Tingkat Stres Kerja Antara Perawat Rumah Sakit Umum Daerah Sleman dan Perawat Rumah Sakit Jiwa Pakem Sleman Yogyakarta. Skripsi ( tidak diterbitkan ). Yogyakarta: Fakultas Psikologi. Universitas Sanata Dharma.
De Vito,J.A.1997. The Interpersonal Communication. New York: Hapers Collins College.
Cooper,C.L.,et all.2001. Organizational Stress: A Review and Critique of Theory, Research, and Application. California : Sage Publication.Inc.
Azwar, S. 2000. Reabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Azwar, S. 1999.Psikometri. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Azwar, S. 1999. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Abraham Charles & Shanley E. 1997. Psikologi Sosial untuk Perawat. Jakarta: EGC.
Read more

Perbedaan Kecenderungan Berselingkuh pada Wanita Menikah yang Bekerja dan yang Tidak Bekerja di Yogyakarta

Penulis skripsi: Cristina Sri Utami
Program Studi Psikologi Jurusan Psikologi Fakultas Psikologi
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2007

Intisari

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengungkap perbedaan kecenderungan untuk melakukan perselingkuhan antara wanita menikah yang tidak bekerja dan yang bekerja. Kecenderungan berselingkuh merupakan suatu dorongan atau keinginan seseorang yang diam-diam melibatkan orang ketiga di luar pasangan sah dalam pernikahan untuk melakukan hubungan emosional yang dapat mencapai hubungan seksual.

Penelitian ini dilakukan pada wanita menikah yang bekerja dan yang tidak bekerja di Yogyakarta. Subyek penelitian adalah 53 wanita menikah yang tidak bekerja dan 56 wanita menikah yang bekerja. Penelitian dilakukan dengan menggunakan skala kecenderungan perselingkuhan model Likert yang memiliki koefisien reliabilitas 0,973. Adapun dari hasil penelitian ditemukan bahwa t = 3,183 dengan p= 0,002 yang berarti terdapat perbedaan kecenderungan perselingkuhan yang sangat signifikan antara wanita menikah yang bekerja dan yang tidak bekerja. Kecenderungan perselingkuhan pada wanita menikah yang bekerja lebih tinggi daripada wanita menikah yang tidak bekerja.


Daftar Referensi

Yulianto, S. (2000). Perselingkuhan: dapatkah Ditiadakan? Anima,Vol. XV, no 04.
Winarsunu, Tulus. (2004). Statistik Dalam Penelitian Psikologi dan Pendidikan. Malang: UMM Press
Widyawati, Parmugari.(2003). Madu Racun Romansa kantor. Kompas, 31 Oktober 2003.
Walgito, B. (2000) Bimbingan dan Konseling Perkawinan. Yogyakarta. Penerbit Andi Yogyakarta.
Vaughan, P. (2003). Articles about Affairs: Paggy’s Overview of Affairs.http://www.dearpaggy.com?results.html.
Susanto, A.B. 1997. Wanita Masa Kini: pribadi Mempesona Penunjang Kesuksesan. Jakarta: PERUM.
Shaevitz, M.H. (1999). Wanita Super. Yogyakarta. Kanisius.
Selingkuh Menjangkiti Wanita. (1998). Majalah Femina, Oktober 1998.
Schneider, Jeniffer P. (1999). Disclosure of Extramarital Sexual Activities by Sexually Exploitative Professionals and Other Person with Addictive or Compulsive Sexual Disorder. Journal of Sex Education and Therapy, 24:277-287, 1999.
Satiadarma, M.P. (2001). Menyikapi Perselingkuhan. Jakarta : Pustaka Populer Obor.
Sarlito.(2003). Kejenuhan dalam Perkawinan. Sriwijaya Post, 12 januari 2003.
Santrock, Jhn.W. (2002). Life Span Development : Perkembangan Masa Hidup Jilid 2. eds %. Jakarta : Erlangga.
Sadarjoen, Supardi S. (2001). Seksualitas Perempuan, Suatu Pendekatan Psikoanalitik, Jurnal Psikologi. Vol 17, No1, Maret 2001.
Rinto, Theopila Niken Natalia. (2004). Perbedaan Tingkat Somatisasi Pada Ibu Rumah Tangga Yang Berstatus Bekerja Dengan Yang Berstatus Tidak Bekerja. Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. Tidak Diterbitkan.
Rini, J.F. 2002. Wanita Bekerja. http://www.e_psikologi.com/keluarga/280502.htm. 13 Februari 2006.
Putranto, Kasandro. (2006). Why Do women Sex Adventures. Male Emporium, Senin, September 2006.
Normant. 1998. Infidelity. Ebony, December 1998, Volume. 54.
Murniati,A.P. N. P. 2004. Getar Gender (Perempuan Indonesia dalam Perspektif Agama, Budaya dan Keluarga. Buku kedua. Magelang : Indonesiatera.
Mubayidh, M. (2005). Saling Memahami dalam Bahtera Rumah Tangga. Jakarta : Penerbit Pustaka Al-kautsar.
Moore, Julia Hartley. (2005). Selingkuh dan Fakta-Fakta Tersembunyi Dibaliknya. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Master, W.H, Johnson,V.E, & Kolodny,R.C.(1986). On Sex & Human Loving. Canada: Little Brown & Company. (Canada).
Laura. . (2004).Her Lies Laid Bare, September 2004, Vol 19, issues 7.
Kholil,A. (1999). Penyelamat Kehidupan: Gerakan Sayang Ibu di Indonesia. Jakarta: Kantor Menteri Negara Peranan Wanita RI.
Kartono, K. (1992). Patologi Sosial Suatu Pengantar. Yogyakarta: Andi Offset.
Hawari, D. 2002. Love Affair (perselingkuhan). Jakarta: Fakultas Kedokteran UI.
Hawari, D. (2004). Al Quran: Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa. Yogyakarta: PT. Dhana Bhakti Prima Yasa.
Hastuti, Y,D, M.A, & Ellyawati, R. (2001). “Perbedaan Kecenderungan Untuk Melakukan Perilaku Ekstramarital Antara Pria Dewasa yang Bekerja di Darat dan di Laut”. Fenomena ,Volume VI, No. 01, 1 Agustus 2001.
Gunarsa, Y.S. (2002). Asas-Asas Psikologi : Keluarga Idaman. Jakarta : PT BPK Gunung Mulia.
Ginting, H. (2001). Selingkuh masyarakat Kelas Bawah.Kompas, 9 Juli 2001
Ginanjar, Andriana. (2003). Kejenuhan dalam Perkawinan. Kompas. Senin, 12 Januari 2003
Dwijanti, Judith. (1999). Perbedaan Motif Antara Ibu Rumah Tangga Yang Bekerja dan Tidak Bekerja dalam Mengikuti Sekolah Pengembangan Pribadi di John Robert Powers, Surabaya. Anima, Vol. 14- No55, April-Juni 1999.
Dewayani,K. (2000). Bunga Rampai Psikologi: Peran Ganda Wanita.Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
Debie Then. (2002). Jika Suami Anda Berselingkuh. Jakarta: PT. BPK Gunung Mulia.
Boyke. (2004). Kreasi, hindarkan Perselingkuhan Hubungan Seks. Kompas, 8 Januari 2004.
Badudu, J.S. dan Zain,S. M. (1996). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Cetakan Ke-2. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan
Azwar, Syaifudin. (1999). Validitas dan Reliabilitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Azwar, Syaifuddin. (2003). Penyusunan Skala Psikologi.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ariani,C, dkk. (2002). Tata Krama Suku Bangsa jawa di Kabupaten Sleman Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta: Badan Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.
Read more

Hubungan antara Stereotipe Gender dengan Cinderella Complex pada Mahasiswi Sanata Dharma Yogyakarta

Penulis skripsi: Wieana Oktami
Program Studi Psikologi Jurusan Psikologi Fakultas Psikologi
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2015

Intisari

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional yang bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara stereotipe gender dengan cinderella complex pada mahasiswi Sanata Dharma Yogyakarta. Dalam penelitian ini, stereotipe gender merupakan variabel bebas dan cinderella complex merupakan variabel tergantungnya. Subjek penelitian adalah 208 orang mahasiswi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian skala stereotipe gender dan cinderella complex. Koefisien reliabilitas pada skala cinderella complex adalah sebesar 0,945, sedangkan koefisien reliabilitas skala stereotipe gender adalah sebesar 0,843. Analisis data menggunakan analisis korelasi Pearson Product Moment. Adapun dari hasil analisis data ditemukan bahwa koefisien korelasi antara stereotipe gender dengan cinderella complex adalah sebesar 0,390 dengan taraf signifikan sebesar 0,000 (p < 0,05). Hasil analisis data tersebut menunjukkan bahwa hipotesis dapat diterima, yaitu ada hubungan positif yang signifikan antara Stereotipe Gender dengan Cinderella Complex pada mahasiswi Universitas Sanata Dharma.

Kata kunci: Stereotipe Gender, Cinderella Complex, Mahasiswi


Daftar Referensi

Wijayanti, I. (2003). Agresivitas dalam Sudut Pandang Stereotipe Gender. Tabularasa Jurnal Psikologi. 1(2). 15-19.
Uyun, Q. (2002). Peran Gender dalam Budaya Jawa. Psikologika. 13(7). 32-42.
Supratiknya, A. (2014). Pengukuran psikologis. Yogyakarta: Penerbit USD.
Supratiknya, A. (2008). Tata tulis artikel ilmiah. Yogyakarta: Penerbit USD.
Supratiknya, A. (2007). Kiat merujuk sumber acuan dalam penulisan karya ilmiah. Yogyakarta: Penerbit USD.
Sugiyono. (2008). Statistika untuk penelitian. Bandung: CV Alfabeta.
Setyowati, R., Riyono,. B. (2003). Perbedaan Aspiras Karir antara Wanita yang Sudah Menikah dan yang Belum Menikah Pada Pegawai Negeri Sipil. Psikologika. 16 (8). 52-58.
Setyaningsih, Natalia Regina Devi. (2009). Studi deskriptif tentang androgenitas pada mahasiswi Universitas Sanata Dharma. Skripsi: Universitas Sanata Dharma.
Sarwono, S. Wiryawan. (2007). Psikologi remaja. Jakarta: Grafindo Persada.
Sarwono, J. (2012). Mengenal SPSS STATTISTIC 20: Aplikasi untuk Riset Eksperimental. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Santrock, John W. (2002). Life-Span Development: Perkembangan Masa Hidup Jilid II. (edisi ke-5). Jakarta: Erlangga.
Santoso, R., Riyono, B. (2003). Perbedaan aspirasi karir antara wanita yang sudah menikah dan yang belum menikah pada pegawai negeri sipil. Psikologika. 16(8). 52-59.
Santoso, A. (2012). Panduan lengkap SPSS Versi 20. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Santoso, A. (2010). Statistik untuk psikologi: dari blog menjadi buku. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
Perempuan Aset Pembangunan Bangsa. (2012). Dipungut 20 Desember 2012, dari http://komisikepolisianindonesia.com/aneka/read/10998/perempuan- aset-pembangunan-bangsa.html
Pastika, Made Mangku. (2012). Wanita adalah aset bangsa. Dipungut 22 Desember 2012, dari http://metrobali.com/2012/12/22/gubernur-wanita- adalah-aset-pembangunan/
Lailatusifah, S. N. F. (2003). Kesadaran akan kesetaraan gender dan kepuasan perkawinan pada suami istri pekerja ganda. Insight Jurnal Psikologi. 1(2). 52-61.
Indrastuti, A. Tyasning Hayu. (2007). Hubungan antara stereotipe gender dengan atribusi dalam prestasi belajar. Skripsi: Universitas Sanata Dharma.
Hurlock, E. B. (1999). Psikologi perkembangan: suatu pendekatan sepanjang rentang hidup. Jakarta: Erlangga.
Hurlock, E. B. (1995). Adolescent development. New York: McGraw-Hill Book Company.
Hernawati, L. (2006). Meningkatkan kemampuan mengelola pikiran pada mahasiswa. Psikodimensia. 5 (1). 77-96.
Gumelar, Linda. (2012). Perempuan aset bangsa. Dipungut 6 Maret 2013, dari http://matanews.com.
Goeritno, H., Suharsono, M., Arsitari, A. I. (2006). Sikap terhadap kekerasan dalam pacaran ditinjau dari kemandirian wanita. Psikodimensia Kajian Ilmiah Psikologi. 5 (1). 17-26.
Fakih, M. (2000). Analsis gender dan tranformasi sosial. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Dowling, Colette. (1992). Tantangan wanita modern. Jakarta: Erlangga.
Creswell, J. W. (2012). Research design: pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Baron, A. Robert & Donn Byrne. (2005). Psikologi Sosial Jilid II. Jakarta: Erlangga.
Azwar, S. (2004). Reliabilitas dan validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwar, S. (2012). Penyusunan skala psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Bachtiar, Imelda dan Nani Nurrachman. (2011). Psikologi perempuan pendekatan kontekstual indonesia. Jakarta: Universitas Atma Jaya.
Arisamurti, Dhajeng Widya. (2009). Sikap terhadap stereotipe gender ( studi pada suami yang beristri bekerja dan suami yang beristri tidak bekerja pada budaya jawa). Skripsi: Universitas Sanata Dharma.
Anggriany, N., Astuti, Y.D. (2003). Hubungan antara pola asuh berwawasan jender dengan Cinderella complex. Psikologika. 16 (8). 41-51.
Abdurrahman, M., & Muhidin, S.A. (2011). Panduan praktis memahami penelitian (Bidang sosial-administrasi-pendidikan). Bandung: Pustaka Setia.
Read more

Hubungan antara Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Anak Pertama pada Trimester Ketiga dan Persepsi terhadap Dukungan Sosial dari Suami

Skripsi disusun oleh: Priscilla Prima Devinta
Program Studi Psikologi Jurusan Psikologi Fakultas Psikologi
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2007

Intisari

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji signifikansi hubungan yang negatif antara tingkat kecemasan ibu hamil anak pertama pada trimester ketiga dan persepsi terhadap dukungan sosial dari suami. Dalam penelitian ini, hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan negatif yang signifikan antara tingkat kecemasan ibu hamil anak pertama pada trimester ketiga dan persepsi terhadap dukungan sosial dari suami.

Subjek penelitian terdiri dari wanita hamil dengan rentang usia antara 20 sampai 35 tahun yang sedang hamil anak pertama pada trimester ketiga ( 7-9 bulan ). Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran skala tingkat kecemasan ibu hamil anak pertama pada trimester ketiga dan skala persepsi terhadap dukungan sosial dari suami. Koefisien reliabilitas skala persepsi terhadap dukugan sosial dari suami sebesar 0,974 dan koefisien reabilitas dari skala tingkat kecemasan ibu hamil anak pertama pada trimester ketiga sebesar 0,938.

Untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan ibu hamil anak pertama pada trimester ketiga dan persepsi terhadap dukungan sosial dari suami digunakan teknik koefisien korelasi product moment Pearson. Koefisien korelasi (r) yang didapat dari penelitian adalah sebesar -0.333 dengan taraf signifikansi (p) 0,01. Dengan demikian, hal ini berarti ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara tingkat kecemasan ibu hamil anak pertama pada trimester ketiga dengan persepsi terhadap dukungan sosial dari suami. Maka dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial dari suami, semakin rendah tingkat kecemasan ibu hamil anak pertama pada trimester ketiga.


Daftar Referensi

www.republika.com. Indahnya saat-saat Pertama Aku Hamil. Diakses 29 Agustus 2007.
www.nakita.com. Hal-hal yang perlu Diperhatikan selama Kehamilan. Diakses 20 Desember 2006.
www.e-psikologi.com. Pentingnya Menjaga Tekanan Darah saat Hamil. Diakses 20 Desember 2006.
Taylor, S.E. 1991. Health Psychology. 2nded. New York : McGraw Hill, Inc.
Suwarni. 2005. Hubungan Antara Dukungan Suami dengan Kestabilan Emosi dalam Menghadapi Proses Persalinan. www.Google.com /Top / S1-Final Projects / Fakultas Psikologi / F100-2005 / jtptums-gdl-s1-2006-suwarnif10-2193 Diakses 15 Juli 2007
Suryabrata, S. 2002. Metodoloi Penelitian. Jakarta : Raja Grafindo Persada.
Supratiknya, A. 1998. Statistik Psikologi. Yogyakarta : Pusat Pengembangan dan Penerbitan Sunber Belajar Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma.
Smet, B. 1994. Psikologi Kesehatan. Jakarta : PT. Gramedia Widia Sarana Indonesia.
Singarimbun, M dan Effendi, S. 1989. Metode Penelitian Survai. Jakarta : LP3ES.
Sheridan, C and Radmacher, S. 1992. Health Psychology. Singapore : John Wiley & Sons, Inc.
Sarason, I.G., Sarason, B.R. 1989. Abnormal Psychology. New Jersey : Prentice Hall.
Saifuddin, A. B.2000. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Prawirohardjo, S. 1994. Ilmu Kebidanan. Edisi I. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka.
Mayke. 2005. Jadi “aneh” saat Kehamilan kedua. http://www.lembaga psikologi terapan-UI.or.id/artikel.php?cid=50 Diakses 15 Juli 2007
Kreitner and Kinicski. 1992. Organization Behavior. Boston : Richard D. Irwin.
Koswara, E. 1986. Teori-Teori Kepribadian. Bandung : Eresco.
Kartono, K. 1986. Gangguan – Gangguan Psikis. Edisi I. Bandung : Sinar Baru.
Kaplan, H.I. 1997. Sinopsis Psikiatri. Jakarta : Binarupa Akasara.
Hurlock, E. 1997. Psikologi Perkembangan : Perkembangan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta : Erlangga.
Henny. 2003. Dukungan Suami dalam Menanggulangi Kecemasan Istri pada Trimester Pertama. www.Google.com/2003 Webmaster F.Psi Untar Diakses tanggal 15 Juli 2007
Hartanti dan Dwijayanti, J. E.1997. Hubungan Antar Konsep Diri dan Kecemasan Menghadapi Masa Depan dengan Penyesuaian Sosial Anak-anak Madura. Anima. Vol XII. No 46.
Hadi, S. 1989. Metodologi Research I. Yogyakarta : Andi Offset.
Gunarsa, S, D. 1996. Psikologi Olahraga : Teori dan Praktek. Jakarta : PT BPK Gunung Agung.
Gottlieb, B.H. 1983. Social Support Strategis Guardedness for Mental Health Practice. New York : Sage Publication.
Gilarso, T. 2005. Moral Keluarga. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma.
Gibson, J. 1985, Diagnosa Gejala Klinis Penyakit. Alih Bahasa : Rossi Sanusi. Edisi I. Yogyakarta : Yayasan Esentia Media.
Freud, S. 1995. Obsesi, Trauma dan Katarsis. Jakarta : Delapratasa.
Effendi, R.W.1999. Hubungan Antara Perilaku Copis dan Dukungan Sosial dengan Kecemasan pada Ibu Hamil Anak pertama. Anima, Vol 14. No 15.
Daradjat, Z. 1996. Kesehatan Mental. Cetakan XII. Jakarta : Gunung Agung.
Dagun, S.M. 1990. Psikologi Keluarga : Peran Ayah dalam Keluarga. Jakarta : Rineka Cipta.
Bimo, W. 1994. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta : Andi Offset.
Azwar, S. 2006. Reliabilitas dan Validitas. Edisi III. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Read more

Perbedaan Motivasi Berprestasi antara Karyawan Kontrak dan Karyawan Tetap pada PT.BRI Persero (cabang) Singkawang

Skripsi disusun oleh: Mery Tri Meilani R.A.
Program Studi Psikologi Jurusan Psikologi Fakultas Psikologi
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2008

Intisari

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti perbedaan motivasi berprestasi antara karyawan kontrak dan karyawan tetap pada PT.BRI Persero cabang Singkawang. Motivasi berprestasi akan memotivasi karyawan sehingga menghasilkan kinerja yang baik bagi perusahaan. Penelitian ini dilakukan pada 40 orang karyawan tetap dan 40 orang karyawan kontrak, tingkat pendidikan minimal SMU, usia 21-45 tahun. Indikator motivasi berprestasi adalah tanggung jawab pribadi, inovasi, kebutuhan akan umpan balik hasil perkerjaan, tekun, dan menyukai pekerjaan dengan kesulitan yang sedang. Analisis data menggunakan metode kuantitatif.

Adapun dari hasil penelitian ditemukan ada perbedaan yang signifikan dalam mean empirik karyawan tetap (91,35) dan karyawan kontrak (99,83) dengan t test = 4,413 dan probabilitas sebesar ,000 (p < 0,05). Hal tersebut berarti ada perbedaan antara motivasi berprestasi antara karyawan tetap dan karyawan kontrak pada PT.BRI (persero) cabang Singkawang, dimana motivasi karyawan kontrak lebih tinggi daripada karyawan tetap.

Kata kunci : Motivasi berprestasi, karyawan tetap, karyawan kontrak.


Daftar Referensi

Wijono, S. (2000). Hubungan Antara Motivasi Kerja dengan Prestasi Kerja di Sebuah Perusahaan. Jurnal Psikologi, Volume 6, No. 2.
Widyayulianti, S. (2006). Hubungan antara Kecemasan Menghadapi Penghentian Kontrak Kerja dengan Motivasi Berprestasi Karyawan Kontrak di PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. Yogyakarta. (tidak diterbitkan) Yogyakarta, Fakultas Psikologi Universitas Gajah Muda.
Uno, B. Hamzah. (2007). Teori Motivasi dan Pengukurannya : Analisis di Bidang Pendidikan, Jakarta : Bumi Aksara
Siagian, S. P. (1995). Teori Motivasi dan AplIkasinya. Jakarta : Bina Aksara
Santrock, J. W. (1998) Adolecence. Washington, DC : Mc Graw Hill.
Robbins, S , P. (1996). Perilaku organisasi, konsep, kontroversi, aplikasi. (edisi Bahasa Indonesia). Jakarta : PT. Prehallindo
Ninawati. (2002). Motivasi Berprestasi. Jurnal Ilmiah Psikologi terapan. Volume 4 no.8
Moenir, A. S. (1992). Pendekatan Manusiawi dan Organisasi Terhadap Pembinaan Kepegawaian. Jakarta : Haji Masagung.
McClleland, D. C. & Winter, D. G. (1974). Motivating Economic Avhievement, The Free Press : New York.
McClelland, D. C. (1987). Human Motivation. New York : The Press Syndicate of The University of Chambridge.
Maslow, A. (1987). Terapi Humanistik. Terjemahan. Yogyakarta : Penerbit Kanisius.
Martaniah, S. M (1984) Motif Sosial Remaja Jawa dan Keturunan Cina (suatu studi perbandingan). Ringkasan Disertasi (tidak diterbitkan) Yogyakarta, Fakultas Psikologi Universitas Gajah Muda.
Kossen. S (1986). Aspek Manusiawi dalam Organisasi. Edisi ketiga, Erlangga. Jakarta.
Kontz, O.D et.al. (1988). Management, Edisi Delapan, Alih Bahasa H. Gunawan, Erlangga. Jakarta
Kolb, D. C., Rubin, I. M. & Mc Intyre, I. M. (1974). Organizational, Psychology. An Experiental Approach. Prentice Hall, inch : New Jersey.
Kerlinger, F. N. (2000). Asas-asas Penelitian Behavioral (Eds 3). Yogyakarta. Gadjah Mada Univercity Press. Alih Bahasa : Landung Simatupang.
Hyperlink. (2006). http://portalhr.com/klinikhr/hubungankaryawan/4id305.ht04. Diakses tanggal 28 November 2007, jam 15:05:47
Huffman, K., Vernoy,. M. & Vernoy, J. (1997) Psychology In Action. 4th edition. John Willey & Sons, Inc, Canada.
Hadi, S. (1996). Statistik 2. Yogyakarta : Andi Offset.
Forsyth, P. (1998). 30 Minutes To Motivate Your Staff, Dialihbahasakan oleh Soesanto Boedidarmo, Jakarta :PT. Gramedia.
Fernald, L. D. & Fernald, P. S. (1999) Introduction to Psychology. India : A.I.T.B.S. Publisher & Distributor.
Dessler, G. (1993). Manajemen Personalia, Teknik dan Konsep Modern, Diterjemahkan oleh : Agus Dharma, Edisi Ketiga, Jakarta : Erlangga.
Budi, P (2006). SPSS 13.0 Terapan : Riset Statistik Parametrik. Yogyakarta : Andi Offset.
Azwar, S. (2004). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Azwar, S. (2003). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Atkinson, (1974). Pengantar Psikologi I. Jakarta : Erlangga
As’ad, M. (2004). Psikologi Industri. Yogyakarta : Liberty.
Arikunto, S. (2002). Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta.
Andreani, F. (2003). Analisa Motivasi Berprestasi Karyawan F dan B Service Coffe Garden di Hotel Shangrilla Surabaya (tidak diterbitkan). Surabaya, Fakultas Manajemen Perhotelan Universitas Kristen Petra.
(Anonim).2007. http://deprazz.wordpress.com/2007/10/02/manajemen-1-handoutmotivasi/. Diakses tanggal 28 November 2007, jam 14:35:23.
Read more

Perbedaan Cinderella Complex pada Wanita Menikah yang Bekerja dan yang Tidak Bekerja

Skripsi disusun oleh: Astrida Padma
Program Studi Psikologi Jurusan Psikologi Fakultas Psikologi
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2007

Intisari

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif mengenai perbedaan cinderella complex pada wanita menikah yang bekerja dan yang tidak bekerja. Di era emansipasi wanita dewasa ini, peneliti tertarik akan adanya kecenderungan cinderella complex yang masih dialami oleh para wanita yang telah menikah dimana wanita dan pria telah memiliki kesetaraan derajat dan kedudukan baik di lingkungan keluarga, pekerjaan, dan sosial. Cinderella complex merupakan ketakutan wanita akan kemandirian yang tampak dalam rasa rendah diri, locus of control eksternal yang tinggi, takut akan kehilangan feminitas, kecenderungan mengandalkan orang lain, dan kepasifan dalam mengembangkan diri. Cinderella complex dipengaruhi oleh perbedaan sikap dan perlakuan gender antara wanita dan pria dalam masyarakat.

Subyek penelitian adalah 32 orang wanita yang bekerja di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan sudah menikah, dan 32 orang wanita yang tidak bekerja dan sudah menikah di Pedukuhan Denokan, Maguwoharjo, Sleman. Penelitian dilakukan dengan menggunakan skala kecenderungan cinderella complex model Likert yang memiliki koefisien reliabilitas 0,9001. Adapun dari hasil penelitian ditemukan bahwa t = 6,049 dengan p < 0,01, yang berarti bahwa terdapat perbedaan kecenderungan cinderella complex pada wanita menikah yang tidak bekerja dan yang bekerja. Kecenderungan cinderella complex pada wanita menikah yang tidak bekerja lebih tinggi daripada wanita menikah yang bekerja.


Daftar Referensi

www.cmn.hs.h.kyoto-u.ac.jp/NO1/SUBJECT2/CIN.HTM. Cinderella In Eighties’ Hollywood.
Wilkinson. Sue, Celia Kitzinger. (1995). Feminism And Discourse, Psychological Perspective. California: Sage Publication Inc. plaza.ufl.edu/bjparis/index.html. Feminine Psychology.
Supratiknya, A. (1998). Statistik Psikologi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
Stefani, Jatie K, dkk. (2000). Hubungan Antara Peran Gender dan Persepsi Terhadap Dukungan Suami Dengan Fear Of Success Pada Wanita Karier. Anima, Indonesian Psychological Journal. Vol 16, hlm 51 – 73.
Santrock, John.W. (2002). Life Span Development: Perkembangan Masa Hidup Jilid 2. Eds. 5. Jakarta: Erlangga.
Rinto, Theopila Niken Natalia. (2004). Perbedaan Tingkat Somatisasi Pada Ibu Rumah Tangga Yang Berstatus Bekerja Dengan Yang Berstatus Tidak Bekerja. Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. Tidak Diterbitkan.
Pedoman Penulisan Skripsi. (2004). Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
Murniati, A Nunuk P. (2004). Getar Gender (Perempuan Indonesia dalam Perspektif Agama, Budaya, dan Keluarga) Buku Kedua. Magelang: IndonesiaTera.
Mosse, J.C. (1996). Gender Dan Pembangunan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Lembaga Studi Realino. (1992). Citra Wanita dan Kekuasaan (Jawa). Yogyakarta: Kanisius.
Kartono, Kartini. (1992). Psikologi Wanita: Mengenal Wanita Sebagai Ibu dan Nenek. Jakarta: Mandar Maju.
Kartono, Kartini. (1992). Psikologi Wanita: Gadis Remaja Dan Wanita Dewasa. Jakarta: Mandar Maju.
Hastuti, Therecia Sri. (2004). Studi Kasus Tentang Faktor Penyebab Suami Berselingkuh Pada Pasangan Dengan Status Istri Tidak Bekerja. Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. Tidak Diterbitkan.
Goble, Frank G. (1987). Mazhab Ketiga: Psikologi Humanistik Abraham Maslow. Yogyakarta: Kanisius.
Fakih, M. (1997). Analisis Gender Dan Transformasi Sosial. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Dowling, Colette. (1981). Cinderella Complex: Ketakutan Wanita Akan Kemandirian. Jakarta: Erlangga.
Brannon, Linda. (1996). Gender: Psychological Perspectives. USA: Allyn And Bacon.
Baron, Robert A, Donn Byrne. (2005). Psikologi Sosial Jilid 2. eds. 10. Jakarta : Erlangga.
Barnhouse, Ruth Tiffany. (1988). Identitas Wanita, Bagaimana Mengenal dan Membentuk Citra Diri. Yogyakarta: Kanisius.
Azwar, Syaifuddin. (2003). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Arikunto, Suharsimi. (2002). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta.
Anggriany, Neneng dan Yulianti Dwi Astuti. (2003). “Hubungan Antara Pola Asuh Berwawasan Gender Dengan Cinderella Complex”. Psikologika, No. 16, Juli 2003, hlm 41-51.
Andayani, Elviena Sri. (2003). Perbedaan Sikap Terhadap Menopause Antara Ibu Rumah Tangga Yang Bekerja dan Tidak Bekerja Yang Menjelang Menopause. Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. Tidak Diterbitkan.
Read more